Syariat Dan Akal Sehat

Syarat wajib suatu ibadah adalah kondisi-kondisi yang wajibnya suatu ibadah baru bisa dibebankan jika seluruh kondisi itu ada. Jika satu saja syarat wajib itu tidak ada maka tidak ada kewajiban yang harus dibebankan atas orang yang tidak memenuhi syarat wajib itu.

Syarat wajib suatu ibadah termasuk bagian pembahasan fiqh, yakni satu sistem yurisprudensi Islam yang diambil dari sumber Al Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Jadi, syarat wajib ibadah yang dimaksud dalam tulisan ini adalah ibadah dalam Islam. Karena itu, pastilah syarat wajib suatu ibadah dalam Islam yang pertama adalah Islam itu sendiri. Artinya kewajiban ibadah yang terkait dibebankan atas orang muslim saja.

Syariat Islam yang dituangkan dalam fiqh mensyaratkan Islam untuk pembebanan syariat itu sendiri. Orang yang tak beragama Islam atau non muslim tidak dibebankan dan tidak boleh dibebankan syariat Islam. Demikian sederhana. Namun tidak lagi sederhana dan tampak aneh jika syariat dibebankan kepada non muslim. Seperti kewajiban berjilbab atas seluruh perempuan dewasa di Aceh, apapun agama yang dianutnya

Pembebanan syariat atas yang bukan pemeluk syariat mengingkari akal sehat dan mengingkari syariat itu sendiri. Di antara fungsi syariat ialah menjaga akal sehat. Bersyariat tapi mematikan akal sehat sama saja melemahkan syariat itu sendiri.

Selain Islam, syarat wajib suatu ibadah adalah taklif, yakni kondisi personal mencapai usia atau ketentuan baligh dan berakal. Orang yang mewajibkan anak belum dewasa untuk memakai jilbab_apalagi cadar_perlu dipertanyakan kedewasaannya dalam beragama. Orang yang memaksa orang yang tidak waras untuk menjalankan kewajiban agama perlu dipertanyakan kewarasnnya.

Rufi’al qalamu ‘an tsalatsin minhum. Ashshabiyy, wal majnun, wanna-im, atau seperti yang diucapkan Nabi. Terhadap tiga orang tidak ada kewajiban hukum yang harus dibebankan. Mereka itu anak kecil, orang gila dan orang tidur.

Sebagian ibadah diwajibkan cuma atas yang mampu. Ithaqah atau kesanggupan merupakan syarat seseorang dibebankan kewajiban syar’i. Ketidakmampuan seperti sakit dan usia lanjut bisa melepaskan seorang dari kewajiban. Biasanya dengan melaksanakan kewajiban penggantinya.

Yuridullahu bikumul yusra wala yuridu bikumul ‘usr. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian. Mempermudah diri dengan standar minimal lebih baik ketimbang mempersulit diri dan memaksa orang untuk ikut bersulit-sulit dalam agama.

Ibadah seperti solat dan puasa juga mensyaratkan wajib melaksanakan dalam keadaan normal jika seseorang tidak dalam perjalanan/musafir. Jika tidak mukim maka puasa boleh ditinggalkan dan solat boleh dikurangi/diqashar jumlah rakaatnya. Sebuah dispensasi syara’.

Tentu dispensasi syara’ itu dengan beberapa ketentuan dan kewajiban lain yang lebih ringan daripada biasanya. Yang jelas ada keringanan atas orang yang memang perlu mendapat keringanan. Kalau mempersulit namanya bukan Syariat, tapi birokrat.

Hanya saja saudara kita yang mengaku memperjuangkan syariat bertindak seperti birokrat. Kaku, keras, saklek, dan cenderung kejam. Bulan Ramadhan, mereka sweeping warteg-warteg atas nama syariat. Padahal syariat itu punya keringanan untuk mereka yang perlu keringanan.

Betapa banyak orang yang memang kebetulan ia musafir dan perlu berbuka dan butuh tempat untuk sedikit makan-minum.
Betapa banyak orang-orang yang memang non muslim butuh tempat di mana mereka biasa membeli makanan dan minuman.
Betapa banyak hikmah bersabar menahan lapar-haus sekaligus menahan arogansi sebagai orang yang sedang puasa jika warung-warung itu tetap dibuka!

Jangan-jangan kita memaknai syariat sebagai aturan yang memaksa dan mempersulit kita lalu kita merasa pantas memaksa dan mempersulit orang lain?

Yassiru wala tu’assiru, sabda Nabi. Permudahlah, dan jangan kalian mempersulit.

Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s