Serpih Sepi

seseorang yang lebur dalam hujan.

rindu yang tak menemukan jalan pulang.

mendung yang dirasuki tatapmu yang dingin.

petir yang menyalakan kembali ingatan-ingatan.

angin yang enggan untuk sekedar menatap apalagi mendekap.

anak-anak yang mulai riuh merayakan sisa hujan yang menggenang.

dan kita yang selalu merawat sisa harapan dan mengenang.

kelak, selekas mungkin kita membuat hujan di dalam rumah:

hati sederhana yang amat mewah.

Kemayoran, 130713

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s