Menjelma Dalam Hausku

ruang gelap
seperti luka lama yang menganga
tak pernah membiarkan harap
melintas di depannya

desing angin pecah berubah
menjadi gemuruh
hantarkan tatap itu
siarkan jatuh yang tak berhempas

ada rindu yang memagut bibir
ada cinta yang mengkoyak jantung
di lekuk dahimu
ada benci yang menelan semua

gerimis masing menantang awan
yang lelah masih dalam pertarungan
dengan dingin yang berjalan perlahan
merobek diammu

kosong kini berdegum
melatih dentum menjadi sisik-sisik serangga
meniti kabut menjadi air

ah…

aku rindu terpagut
sungguh ingin terkoyak
sangat butuh tertelan
menjadi dentum atau kabut
menjelma sisik atau air
dalam hausku

Jakarta, 289310

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s