Orang Hutan

melihatmu menyeringai

di atas dahan yang terkulai
rantingrantingnya adalah
sukacita yang mencurah

lembut sinar pagi
di pantul bulubulu asli
milikmu ini hari
mencari apa yang perlu ini kali

tak menimbun tak khawatir
meski panas meski petir
menyambar. malam atau kelak
bukan urusan yang mendesak

di depan kotak dan asbak
aku melihatmu yang bersorak
atau kau melihatku yang serak
mempertanyakanmu dalam retak

kau retak, jiwamu
hutanmu dan asli bulumu
kau ganti dengan istana
dan hargaharga

orang hutan
kau rampas milikku di sini
ibuku yang mulai pikun kini
kau ludahi sekerap kedipan

satu pertanyaan
kenapa kau pimpin aku dengan
gaya hidupmu di hutan

satu jawaban
terus berurutan
alam yang marah berhujan

banjir, ombak, dan gulungan
debu kehancuran

jika tak juga kau kembali
kepada tinggalan asli
jangan berharap mereka
berhenti meyiksa kita

 

jakarta, 131110

2 thoughts on “Orang Hutan

  1. Mereka hanya terlalu takut dibuihkan di kebun binatang…
    Hingga merusak tanpa belas kasih…
    Merekaa hanya hampir memiliki otak yang sama dengan kita… tapi hanya ‘hampir’ tetap tidak sama ! Orang Hutan, harus didik dengan apa?! 😀😀

    Salam kenal.. :))

    1. salam kenal mba! cuma sebuah ironi bahwa manusia yang katanya khalifah ‘hampir’ dapat diserupakan dengan orang utan krn lemahnya penggunaan hati dan logikanya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s