Kemari, Sayang

kemari, sayang

kubenamkan wajahku dalam poripori sekujur tubuhmu. saat terang mulai datang dan
memendam hasrat

kemari, kasih
kutunjukkan parasku di mana
segala penjuru merangkulnya
di sebelum dan sesudah. bila
setiap masa mengartikannya

kemari, cinta
kuhelakan nafas pada semua
pandang meradang. bahkan
duka yang datang pelanpelan
menyantuni siang menghantui
pagi semenjak dini

kemari,
ke
ma
ri

namun
kau tak juga melihatku
mengapa?

Jakarta, 011110

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s