Aku Ingin Memeluk Mendung

semenjak kau padamkan api

penglihatanku bertahun menanti

secercah. barangkali dengannya

embun pagi buta menjadi nyata

 

semenjak kenyataan menjadi langka

tak singgah. aku ingin menyangka

di depan mataku rindu adalah derai

kesepeian yang terurai

 

semenjak jejak semakin linglung

aku ingin memeluk mendung

melepas jubahnya pada langit

yang diam manis. sesekali pahit

 

angin, kuceritakan ini semua

pada sore yang luka

tergores ketidakpercayaan

tercabik kekuasaan

 

jakarta, 17 nopember 2010

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s