Melayat Pengantin

setelah lelah membentangkan hitamnya di langit

gelap
kembali aku rebah dalam dingin menyergap

nyeri yang kutusukkan sendiri dalam sumsumku
seusai sakral meriuh
menenun ucap dan
doadoa

aku pandangi hitam dalam matamu
membentang seperti malam

sepi

sunyi

dingin

tanpa ingin

pengantinku, aku lihat di sana
seorang bocah
dengan kamboja membentang

aku lihat, di mata hitammu
seorang bocah
di hamparan lautan nisan

sendiri

sepi

sunyi

Lembang, 4 desember 2010

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s