Kado Untukmu

gerimis mengetuk berkali kaca jendela
angin meniupnya menjadi sebuah lukisan
tentang keputusasaan
merah hitam meleleh seperti malam di perapian desa

lewat gerimis itu
ku sampaikan kado untukmu
sebuah jam berputar ke arah masa lalu
pada sebuah pesta sarat semu

lewat angin itu
ku sampaikan keluh kesahku
yang hilang ditelan asap, ombak, dan air mata
mengetuk berkali kaca jendela hati

dan lukisan keputusasaan
menjadi kaligrafi di atas nisan

lewat semua itu
ku sampaikan kado untukmu

kebon kosong, 171210

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s