Ada Rindu Menyandera Syahdu

berjuta hasta
memanjang seperti jalan malam
ini masih tengah hari, gumam
setelah ibu melahirkan berjuta putra

sebagian tertembak
sebagian terkubur jejak
sebagian minggat

aku menari berkeliling
pohonpohon sejarah tampak kering
seharusnya, kita mengecupnya
memeluknya selingkar pinggang
istri kita

nyawa dalam setiap ukiran di pinggir jalan ini
menghidupkan setiap langkah generasi
demi generasi

aku mengendusnya
ramah
indah
berhias manusia

terkejut di simpang terdekat
sosok menjegat
jubahnya pekat
dengan amis kebengisan

menebang menebas
seorang tertiban keras
manusia terbujur naas
ditutupi kertas koran
dan kaos partai

ada rindu
menetes dari mega abu
mata siang menyandera seorang ibu
pada syahdu

Subang, 11 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s