Untuk Sang Hari

siang tak akan dengan rela
menjadi malam hitam berenda
dengan tulus pikuk memeluk
di muara gemericik berhiruk

ada curiga yang menetes dari rambutmu klimis
kehormatan sekian lama menyimpan bengis
pelan-pelan
menggenang menjadi cemas menyedihkan

di pojok gotakan ini
membanjir ketakutan
menenggelamkan
hingga satu hasta di atas kepala yang nyeri

masih saja kau bunuh lautan
membuktikan betapa kuat kau
atau sekedar menelanjangi musuh-musuhmu

adalah keabadian
yang terus berjalan
hingga tak terhingga

kau sungut diri kesan tak tertandingi
di titik lima atau lebih sedikit saja

Jakarta, 270510

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s