Kidung Jiwa

Brukkk!

Braaak!

Tubrukan dan tabrakan
Acap berulang tayang
Pengemudi binatang
Di sini banyak terjadi
Tidak mabuk tidak berjudi

Tubrukan lidah pribumi
Dengan busana lain negeri
Atau penutup nan suci
Tabrakan berbagai
kepentingan dan kegilaan

Semisal tuan jin yang
Dipermoyang
Binatang ini tidak mati
Malah semakin merasa penting
Dengan kegilaannya

***

Genang sisa hujan di gang ini
Kenang tiba bulan di tahun kini
Seperti cermin menyimpan bibirmu
Biru oleh dingin
Layaknya riwayat mengukir buruk
Sejarah merah oleh pengkhianatan

Akhir semua yang seharusnya basah
Malumalu sembunyikan mendung yang murung
Menggantikannya dengan kidung:

“Jaga jiwa jaga kelam
Berkat Jaga muram tenggelam
Dalam kelam pengkhianat ditikam
Oleh lawan oleh kawan

Sembur urat semburat cahya
Gembur jasad terkena sabda
Sabda sirrkocarkacir
Yang jahat tak ‘kan mampir”

Tunggu, kataku
Pengkhianat ada di wajah kaku
Hingga air muka ramah sendu
Dalam kantung baju
Atau kau juga bisa begitu

Jakarta, 260610

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s