Di Bumi Hati Paling Sembunyi

Pada ubun-ubun memelas
Semburan terkeras membekas
Ada kemestian terjelas

Kepalaku tunduk separuh dongak
Selayak dara malu pinang tertambat
Pusat badan pun bak kawah meledak-ledak
Mengumpat lahar melompat-lompat

Kasih, bukan rindu yang menawanku di sini
Tapi perjumpaan kita ini kali
Mendesirkan sisi hati paling sembunyi
Membui hasrat segala tak pasti

Cinta pada ujung-ujung jemari
Di setiap lubang pori-pori
Memaksa mati berlari tak sudi
Menjemputku di penghujung hari

Kehidupan adalah ketundukan
Penghidupan laksana pergulatan
Yang tanpanya rindu bukan apa-apa
Bagaimana mungkin memburu ajal di angkasa
Membunuh asmara
Bumi saja menjadi peraduan para pecinta

Beberapa kubang air di sudut mata
Beberapa kejap mewujud cahya
Tidak mengalir namun menyemilir
Memendar
Wangi-wangi murni abadi
Di bumi
Ya. Di bumi

Jakarta, 280510

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s