Tiga Perusak Hati

Salam. Bismillah.

Hati hari ini bukanlah hati kemarin. Hati hari ini juga belumtentu hati esok hari. Karena itu, ia dinamakan hati, agar pemiliknya berhati-hatidan memperhatikan sepenuh hati kepada urusan hati. Beberapa hal dapat membuathati menjadi keruh dalam tempo cepat. Beberapa hal juga dapat membuat hatimenjadi jernih dalam waktu cepat. Dengan Kekuasaan Tuhan hati berubah-ubahdengan mudahnya.
Ada tiga hal yang membuat hati menjadi keruh; tiga penyakithati. Tiga penyakit akut yang mengundang penyakit-penyakit lain masuk mencemaridan merusak hati. Tiga penyakit ini sering menjangkiti, bahkan kaum terpelajardari dahulu hingga sekarang. Jika kita lemah dalam menjauhkan tiga penyakitini, maka akan semakin payah dan lelah menghadapi penyakit hati lainnya. Tigaitu adalah kedengkian, pamer dan berbangga diri.
Kedengkian yang dalam bahasa arab disebut dengan hasad adalahkikir dan benci melihat orang lain diberikan kelebihan hingga berharap danberusaha agar kelebihan itu lenyap dari orang tadi.
Pamer yang juga dikenal dengan istilah riya’ adalah cariperhatian publik agar memperoleh penghormatan dan popularitas di mata orangbanyak.
Sedangkan berbangga diri adalah ujub; menganggap baik perlakuandiri sendiri dibanding orang lain meskipun kenyataannya perlakuan dirinyasendiri itu buruk adanya.
Inilah tiga hal yang tentangnya Rosulullah menyatakan bahwaada tiga perusak: kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, dan bangganyaseseorang terhadap diri sendiri. Tiga penyakit tersebut varian dari tigaperusak yang disabdakan oleh Beliau.
Kedengkian lahir dari kikir. Kikir lebih dari sekedar pelit.Jika orang pelit enggan berbagi apa yang ada di tangannya kepada orang lain,maka orang kikir enggan melihat Tuhan membagi apa yang ada di perbendaharaan kekuasaan-Nyakepada hamba-hamba yang Dia kehendaki. Dari sinilah lahir dengki yang bisa jugadikatakan pelit medit koret tanpa dasar.
Pamer atau riya’ timbul dari rasa ingin dipuja. Menjadi idolaorang banyak. Mewujudkan keinginan seperti ini adalah mewjudkan keinginan hawanafsu. Hawanafsu yang diikuti.
Adapun Berbangga diri, memang sudah tabiat ‘diri’ inginselalu meng’aku’. ‘Aku’ lebih segala dari pada orang lain.
Semoga Allah memberi kekuatan kita untuk menjaga hati darisegala penyakitnya.

Salam.

Jakarta, 180810

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s