Suzhono Sunafso Bodoaho

dari jendela ruang kantornya ia asyik menyaksikan mendung yang sesekali melukis kilat. lalu gemuruh guntur menyusulnya. jauh, jauh sekali suara itu terdengar sejauh ingatannya tentang masa itu.
ia tanda tangani lembar putih. coretan huruf dirinya ia goreskan di atas nama yang sudah tertera: suzhono sunafso.beberapa orang selalu takut mendengar sebutan itu.malah pernah ada yang pucat hampir semaput mendengar namanya disebut.tidak untuknya.baginya nama itu terasa lucu sekali diucapkan. terlepas dari itu semua ia sudahi angan tentang nama dan mengambil uang ratusan juta tunai dalam amplop abu-abu di depan lembar putih tadi.
bagi dunia jauh di sana suzhono terpandang ramah dan sumeh.bagi beberapa orang ia adalah raja bengis.bagi orang yang agak dekat dengannya ia orang yang pelit. bagi orang dekatnya ia adalah orang yang penuh curiga. bagi yang lebih dekat ia adalah pengidap waswas.
lain lagi bagi orang yang diperdayainya, ia adalah pilihan terbaik zaman ini. ia tinggal di rumah mewah.anjing-anjing termasuk yang diperdayainya hingga setia menjaga hidup matinya. beberapa apartemen miliknya di tempati keluarga. layaknya lelaki mapan penuh kewibawaan ia mempunyai keluarga.namun kegemaran sebenarnya adalah kekuasaan. ia malu bahwa ternyata ia dikuasai oleh ambisi dirinya sendiri dan tak sanggup melawan. ia kecewa bahwa ternyata kekuasaan juga butuh uang. diam-diam ia menjalin cinta juga dengan uang.
ia sangat agamis. ia yakin antaranya dan Tuhan ada perjanjian amat rahasia bahwa beragama boleh tanpa kebaikan terhadap manusia.untuk yang satu ini ia gantikan dengan tampilan seragam ketaatan, gaya tubuh kesalehan dan kerap mengunjungi rumah ibadah.
mulanya amplop berisi uang itu menimbulkan ombak rasa bersalah seperti guntur yang dekat dengan telinanya.ke belakang prosedur semacam itu hanya menyisakan riak kecil di hatinya dan senyap. sesenyap sore ini. dari jendela ruang kantornya ia asyik menyaksikan mendung yang sesekali melukis kilat. lalu gemuruh guntur menyusulnya. jauh, jauh sekali suara itu terdengar sejauh ingatannya tentang masa itu.

Tangerang, 060710

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s