Sudahlah Nyeri Bernyanyi

Biru megharu ku persembahkan
Beberapa jumput kenangan yang tersimpan rapi
Di sudut-sudut nurani
Hingga kini menatap langit

Warna kesumba menguasainya
Menyala
Layaknya bara pada jiwa
Merontakan kebisuan
Kepasrahan yang sekian lama
Ku rawat apik di nisan kasih

Kesumba ini pemberontakan norma
Segores hasrat menyeringai
Mengubur malu yang mengintai

Jeruji besi kekang hati
Belenggu suci kekang hari
Dari yang terlarang
Dalam fase tak berbilang
Rindu tanpa usai terbentang

Harus apa lagi ku tulis
Jika masa sorakkan sinis
Memendam
Porakporandakan cita silam
Jiwa yang tenggelam

Ini samudera tak bertepi
Tiap kelpakku membuka
Cinta saja yang menghampiri
Tanpa sedikit membuai asa

Kuukir dengan tatah harapan
Segala tentangmu
Saat tahuntahun terasa ngungun
Serasa penantian berjibun
Penuh dengan cinta

Aku tak perduli
Asalkan jemarimu
Kembali menelisih alis mataku
Dan gelakmu tadangi gundahku

Jakarta, 030710

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s