Khalilullah, Ibrahim AS.

“Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai teman dekat”
Ada beberapa Rosul yang dikisahkan dalam Al Quran dan diberikan gelar sesuai dengan keistimewaannya masing-masing. Dan rupanya sudah sunnatullah bahwa Dia mengangkat sebagian manusia lebih unggul dibanding sebagian lainnya. Karena para Rosul adalah manusia pilihan maka tidak ada iklim persaingan yang tidak sehat di antara mereka untuk berebut posisi di sisi Allah. Tidak ada dalam cerita dua atau sekelompok Rosul yang sezaman berebut massa demi popularitas atau keuntungan pribadinya. Mari kita tinggalkan pembahasan yang sudah mulai dicemari kenyataan sehari-hari sebagian saudara kita. Maklum saja mereka bukan pilihan.

Rosul-rosul yang mendapat gelar di antaranya adalah Nabi Ibrahim AS. Beliau adalah bapak para nabi. Beliau juga terkenal dengan sebutan bapak para tamu karena kegemarannya menjamu tamu-tamu. Rumahnya yang tepat di sisi jalan ramai membuat nabi Ibrahim mudah mengundang para pejalan untuk mampir ke rumahnya. Beliau selalu sedia melayani para tamu dengan hidangan-hidangan beraneka rupa terutama tamu dari golongan faqir miskin.

Suatu masa tiba. Masa paceklik yang membuat semua orang harus susah payah bertahan hidup. Jangankan yang miskin, mereka yang dalam kondisi normal hidup lebih dari cukup saja merasa sulit bertahan di masa paceklik ini. Datanglah mereka ke rumah Nabi Ibrahim. Mereka berharap Nabi Ibrahim, Bapak para tamu bersedia memberi makanan sekedar untuk menyambung hidup hari ini.

Rumah Nabi Ibrahim penuh sesak dihadiri para tamu. Mereka semua membutuhkan makanan. Namun kebetulan persediaan makanan di rumah Nabi Ibrahim pun sudah habis berkenaan dengan masa paceklik yang sedang terjadi di negeri itu. Karena tidak mau mengecewakan para tamu yang sangat membutuhkan makanan, Nabi Ibrahim mengutus beberapa pembantunya untuk mengambil bahan makanan dari teman dekatnya seorang Mesir.

Pergilah para utusan itu ke Mesir dengan membawa karung-karung wadah bahan makanan yang nanti akan diambil. Para tamu yang sedari tadi menunggu menyaksikan keberangkatan mereka dengan senang dan penuh harap. Setelah sampai di kediaman teman dekat Nabi Ibrahim itu para utusan mengungkapkan maksud tujuannya. Si teman dekat Nabi Ibrahim faham dan berkata, “Jika Ibrahim meminta bahan makanan untuk keluarganya saja, pasti akan aku berikan. Tetapi jika untuk dibagikan lagi kepada orang banyak, aku tidak akan memberikan. Karena di sini pun sedang paceklik dan aku juga membutuhkan bahan makanan.”

Para utusan pulang dengan tangan hampa. Mereka lelah dengan perjalanan yang tanpa hasil ini. Di tengah perjalanan pulang di suatu daerah padang pasir mereka bersepakat untuk mengisi karung-karung wadah makanan dengan pasir. Ini dilakukan supaya para tamu Nabi Ibrahim yang amat mengharapkan makanan tidak kecewa melihat mereka datang dengan karung-karung kosong. Perjalanan pulang dilanjutkan. Dan sampailah mereka ke rumah Nabi Ibrahim. Mereka meletakkan karung-karung berisi pasir itu tanpa sepatah kata. Tapi seseorang dari mereka mengadukan kejadian yang sebenarnya kepada Nabi Ibrahim. Mendengar cerita tentang teman dekatnya serta karung-karung pasir dituturkan, Nabi Ibrahim sedih. Beliau merasa letih yang amat sangat. Lalu beliau tertidur.

Sementara itu istri Nabi Ibrahim, Siti Sarah bergegas membuka karung-karung yang telah diletakkan. Ternyata karung itu berisi gandum. Siti sarah tidak kaget karena ia memang tidak mengetahui kejadian yang sesungguhnya. Ia lalu menyuruh para juru masak untuk membuat roti. Para tamu semakin senang mencium aroma adonan roti menyebar di rumah itu.

Nabi Ibrahim bangun dari tidurnya. Ia heran mencium aroma masakan. Ia temui istrinya.
“Dari mana kau dapat bahan makanan untuk memasak roti ini?”
“Dari teman dekatmu seorang Mesir itu,” jawab Siti Sarah.
“Tidak. Ini dari Teman Dekatku, Allah.”

Ini hanya salah satu versi yang menceritakan kedekatan Nabi Ibrahim dengan Allah. Ketawakkalannya dan kebersandarannya hanya kepada Allah meniscayakan kedudukannya sebagai teman dekat-Nya. “Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai teman dekat”

Jakarta, 090710

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s