Jumputan Kenangan

Kau tidak akan percaya
Tidak juga lainnya
Saat sukacita berjalan lindap
Dan cinta enggan mendekap

Aku tetap berdiri
Di atas tangis yang tetesnya
Adalah aku yang tergenangi
Tenggelam tak perduli seruannya

Hati adalah rumah untuk tuan cinta
Yang datang dan perginya
Tibatiba tak tertanda

Badan ini tercabik kangen
Tetap rasakan indah tertawan
Tertikam tak menaduh
Layak dara mati belia

Ada beberapa jumputan
Yang memenjaraku dalam setia
Dari kenangan
Kepadamu

Jika aku burung
Paruhku adalah kata setia
Sayapku adalah sajak hati
Cakarku adalah puisi yang melindungi
Arti dalam setiap bunyi

Sungguhpun luluhlantah butuhku padamu
Dihempas badai cinta musim kelam
Aku akan tetap memujamu

Memuja bagiku wajib dan niscaya
Saat purnama berganti
Melewati lintasan kodratnya
Bak matahari di dua tepi hari
Keniscayaan yang wajib
Kewajiban yang niscaya

Aku adalah bumi
Yang sedia diguyur
air cintamu pasrah menanti

Jakarta, 030710

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s