>Tilas Cinta

>Sang Darwish bertanya kpd sang pecinta, “Berapa langkah kita berjalan menuju Cinta?”
Dengan air muka menyimpan kerinduan pecinta menjawab,
“Empat langkah,”
“Ajari kaki-kaki mungilku menapaki tilasmu!”
“Tinggalkan dunia. Tinggalkan nafsu. Tinggalkan syetan. Tinggalkan akhirat.”Masih tafakur dalam gundahnya,darwish berlalu lunglai.
“Langkahi empat perkara tadi dgn membuangnya dari hatimu. Karena cinta urusan hati. Cinta adalah api yang membakar 4 perkara dlm hatimu hingga yang tersisa hanya Maha Kasih,”Darwish berhenti dari tapak lunglainya,
“Cinta tak perlu simbol yg membedakan. Tak harus pakaian agamis. Tak m’syaratkan dahi yg hitam atau celana di atas mata kaki. Tak usah berhias janggut, gamis atau sorban. Kalaupun memang seperti itu, kau akan tetap sibuk menata hatimu yang terbakar. Simbol tak perlu dibanggakan. Tidak!Hanya cinta. Cinta!”
Sang pecinta hancur bersamaan dg teriakan cinta terakhirnya. Ia luluh sebelum darwish sempat memulai lagi langkah mungilnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s