>Nestapa

>Aku melayang setengah ruang
Ingin kupadatkan udara yang mengapung
Agar jiwa ini menaiki tangga-tangganya
Sekedar menengok dan berkata,
“Lelahkah engkau?”

Setengah ruang membelenggu kaki lemahku
Sebagian tubuh lemasku terbang dan bertanya,
“Hingga kapan rindu usai?”
Dengan bibir terkatup dan lisan kelu,
“Tak ada lelah untuk cinta,” rebahku angkuh berdiri,
“Hingga rindu mendalu menjadi ungu yang membatu.”

***

Rembulan separuh akhir
Edarnya memandang nanar
Kepadaku yang berjibaku
Dalam kesendirian

Bisik hidup sang malam
Menelusup sadarku
Di sela hirukpikuk bertampuk
Dalam keheningan

Lajur-lajur maya di angkasa
Isyaratkan mozaik cinta
Yang pernah ada itu kala
Hati dalam kesunyian

Sendiri, hening, sunyi
Aku deraikan diammu dengan harap yang
Tak pernah putus
Menyalin kenyataan bahwa cinta adalah kau

Gubahan melantun sebuah lagu cinta
untukmu

***

Kau Tanya pada siang
Maka dia akan mengerang
Atau keluhkan pada malam
Niscaya dia hanya terdiam

Mengerang dalam diam
Diam dalam mengerang
Merasakan nyeri yang begitu indah
Merasakan indah yang amat memilukan

Tidak ada dua dalam cinta
Tidak ada kosong dalam waktu yang merindu
Semua sesak dengan perjumpaan
Kekasih

Satu huruf mengakhiri kata
Untai kata menyudahi kalimat
Baris kalimat mengkhatamkan semua
Berwujud aku yang mencintaimu

***

Oh..
Meratapi kesedihan tiada guna
Meraungi kepergian adalah percuma
Aku tau itu sebenarnya

Namun dalam jiwa ini melantun
Orkestra cinta dengan tempo cepat
Sekerap degup jantung ini
Yang tak pernah berhenti menyebut namamu

Alir darah menderas berpacu
Mengisi setiap sel dengan cinta dan kerinduan
Kepadamu
Hanya kepadamu

***
Murung termenung dalam kisi mengusik
Hati yang gemericik setia
Ditampung olehnya
Sejak zaman azali tetap pada kebenaran

Cinta adalah penjara yang membebaskan

Seperti angin musim dingin
Serasa api dalam hangat
Yang menjuntai-juntai kelananya
Mencari pecinta

Wahai…
Betapakah kokoh sukma
Menembus dinding-dinding rindu
Meski terhempas
Hancur berantak terlepas
Dari sendi-sendinya

Ia akan tetap melayang
Singgah di daun-daun kemesraan
Ialah aku yang mencintamu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s