Menilik Bencana

Salam. Bismillah.
Dalam Kitab Suci tentu disebutkan ceritera sebagian ummat terdahulu yang kepada mereka diturunkan siksa atau azab dunia karena kezoliman diri mereka sendiri. Kitab Suci adalah Firman Tuhan Yang Maha Suci dari segala kekurangan dan kepentingan. Namun sayangnya seringkali Firman Tuhan dijadikan pembenaran terhadap peristiwa aktual yang terjadi di depan mata kita.
Langsung saja kita sebut, beberapa kelompok memandang bahwa bencana yang kini melanda beberapa daerah di Indonesia adalah karena kemaksiatan yang terjadi di sekitar lokasi bencana. Ada yang mengkaitkan meletusnya merapi dengan praktek syirik yang kerap dilakukan warga sekitarnya. Tuduhan ini mereka benarkan dengan pembenaran ayat-ayat suci tanpa menilik lagi apakah mereka sudah terjun langsung ke lokasi sebelum bencana terjadi, apakah sudah melakukan penelitian, apakah sudah melakukan dialog dengan warga sekitar sebelum mereka wafat terkena bencana?
belum lagi kalau pertanyaan besar mengedepan: apakah mereka tau bahwa orang yang meninggal terkena bencana kini dalam keadaan bahagia atau dalam keadaan sengsara di alam sana? apakah mereka tau bahwa para korban tewas dalam keimanan yang lemah atau justru dalam keimanan yang amat kuat yang jika dibandingkan lebih baik keimanan mereka dibanding para pendakwa ayat suci? apakah, apakah, apakah, dan masih banyak daftar pertanyaan yang perlu dijawab.
mari kita menengok segala musibah ini murni sebagai Kehendak Tuhan. Kehendak-Nya Dia wujudkan dalam kenyataan kepada makhluk berdasarkan Pengetahuan-Nya. Karena Tuhan lebih Tau mana yang lebih baik untuk alam, mana yang lebih baik untuk para korban, mana yang lebih baik untuk korban selamat, dan mana yang lebih baik untuk kita yang hanya sekedar menyaksikan.
mari berhenti memahami Ayat Suci dengan terburu-buru sambil menuduh pihak yang memang belum tentu bersalah. mari kita mencoba sejukkan hati tanpa terpengaruh pemahaman-pemahaman dangkal yang amat tekstual dan mengacuhkan kehidupan riil di depan mata.Segalanya kembali kepada Tuhan. Dan Tuhan lebih Tau tentang segalanya, termasuk hawa nafsu yang berselimut pembenaran ayat suci.
Semoga kita selalu dalam perlindungan dan bimbingan-Nya.
Salam.

November 2011

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s