Menempuh Kebenaran

Salam. Bismillah.

Puasa bukanlah milik umat islam belaka. Puasa sebagaimanatelah ditetapkan juga milik orang-orang sebelum islam, baik Nasrani, Yahudi,Hindhu, Budha atau apapun. Bahkan setelah Islam pun ada beberapa komunitas yangmenerapkan puasa sebagai terapi untuk penyembuhan fisik dan jiwa.

Spirit yang ingin disampaikan dalampuasa adalah menahan diri dari segala hal yang dilarang (haram) tentunya. Kemudianmenahan diri dari hal yang tidak disukai orang banyak (makruh). Menahan diridari hal yang dibolehkan (halal) namun berlebihan dalam penggunaannya. Semua dinisbatkandalam perilaku: menahan diri.

Dalam menempuh kebenaran untukselanjutnya berhak menerima Kebenaran Hakiki sikap menahan diri ini amatdiperlukan. Ada analogi menarik dari Dr. Quraisy Syihab, bahwa untuk mencapaiangka sepuluh seseorang bisa menempuh cara yang beragam. Boleh jadi iamengurangi tujuh belas dengan angka tujuh. Bisa jadi ia menambahkan angka enamdengan empat, dan masih banyak lagi cara yang tak terhingga.
Sikap kita dalam menempuh suatu yangkita anggap benar untuk selanjutnya menerima Kebenaran Hakiki haruslah arifsebagaimana kita menyikapi ragam operasi matematis untuk mencapai angka sepuluhtadi. Kearifan ini hanya bisa didapat hanya dengan spirit puasa, yaitu menahandiri. Terutama menahan diri dari mau benar sendiri dan memaksakan cara menempuhkebenaran pribadi atau kelompok sendiri.

Biarlah perbedaan mengalir apa adanyahingga yang benar mencapai Kebenaran. Dan tak perlu ada gontok-gontokan dan egoismepersonal maupun kelompok dalam menentukan cara menncapai kebenaran. Tak perluada organisasi atau komuniitas yang seolah mendominasi kebenaran dan berujungpada gerakan garis keras. Karena Allah melalui puasa berpesan untuk bersabardan menahan diri.
Lalu kita semua hidup dalam harmonisatu semesta yang penuh rahmat dan dikasihi Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga.

Salam.

Jakarta, 240811

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s