Lapar dan Kenyang

Saya belum pernah mendengar berita sekelompok orang yang letih, lelah dan payah karena lapar melakukan aksi demonstrasi, apalagi sampai brutal dan menimbulkan pengrusakan di sana-sini. Kalaupun ada yan mengatasnamakan masyarakat tertindas yang jatah makannya dikebiri dan karenaya mereka semua lapar dan berdemonstrasi _apalagi sampai anarkhis_ maka pastinya sebelum aksi anarkhis mereka mulai para pemimpin kelompok telah mengenyangkan perut para demonstran itu.

Aksi semacam ini tidak akan muncul dari orang yang berhati jernih.Lapar adalah awal kejernihan hati. Saat perut kita lapar, maka anggota tubuh kita yang lain akan kenyang. Saat perut kita lapar dengan sungguh-sungguh lapar, maka mata kita merasa cukup memandang hal yang baik untuk diri kita saja, mulut kita akan merasa cukup untuk bicara ucap yang seperlunya saja, telinga kita merasa cukup mendengar kata yang mengandung kebaikan untuk kita saja, tangan, kaki, kemaluan, dan segenap anggota tubuh lain akan merasa cukup beraktifitas dengan perilaku yang memang berarti untuk diri kita dan untuk orang sekitar kita.

Demikian sebaliknya. Kenyang awal kekeruhan hati. Saat perut kita kenyang, maka anggota tubuh kita yang lain lapar. Saat perut kita kenyang, maka mata kita mencari obyek pandang yang lebih jauh bahkan berlebihan dan menyimpang dari apa yang boleh dipandang, mulut kita bicara banyak kata tidak memberikan arti kecuali keburukan untuk kita dan orang lain, telinga kita menyimak lebih tajam hingga perkara buruk yang harusnya tidak disimak justru kita dengar dengan seksama, tangan, kaki, keemaluan dan lainnya beraktifitas hingga hiperaktif dan melahirkan perilaku yang seharusnya tidak boleh terjadi karena keburukannya.

Setiap kejahatan pasti dilakukan oleh orang-orang yang kenyang. Meskipun tidak semua orang-orang kenyang melakukan kejahatan, karena mungkin Tuhan masih sayang padanya atau teman dan lingkungannya akan serta merta menyingkirkannya ketika mulai berbuat jahat.

Korupsi dilakukan oleh orang kenyang perutnya yang tak pernah kenyang anggota tubuhnya. Pencurian dilakukan oleh orang kenyang perut yang tak pernah kenyang anggota tubuh lainnya. Pengkhianatan, pembunuhan, perampasan hak-hak manusia, dan banyak kejahatan dilakukan oleh orang kenyang perut yang tak pernah kenyang hasratnya untuk menikmati dunia. Meskipun dengan cara yang menyakiti orang lain. Tidak ada perkara yang paling dibenci Tuhan ketimbang perut yang kenyang dengan makanan halal. Apalagi dengan makanan haram. Berlebih-lebihan akan terus terjadi dan keserakahan semakin menjadi hingga tubuh terkubur berkalang tanah.

Dari sinilah Nabi Muhammad amat menganjurkan puasa. Puasa adalah benteng. Gandhi menganjurkan makan sedikit mungkin, karena makanan satu orang bisa mencukupi orang banyak. Dua tokoh ini mengajarkan kebersahajaan hidup. Jika ini terwujud, niscaya tak ada korupsi, gila kekuasaan, pengkhianatan, pembunuhan, perampasan dan lainya. Kalaupun tidak terwujud, marilah mulai dari diri sendiri.

Jakarta, 31-8-11

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s